Membangun
Citra Perusahaan Melalui Program CSR
CSR dan Citra Korporat
Dalam News Of PERHUMAS
(2004) disebutkan, bagi suatu perusahaan, reputasi dan citra korporat merupakan
aset yang paling utama dan tak ternilai harganya. Oleh karena itu segala upaya,
daya dan biaya digunakan untuk memupuk, merawat serta menumbuhkembangkannya.
Beberapa aspek yang merupakan unsur pembentuk citra & reputasi perusahaan
antara lain;
(1) kemampuan finansial
(2) mutu produk dan
pelayanan
(3) fokus pada pelanggan
(4) keunggulan dan
kepekaan SDM
(5) reliability
(6) inovasi
(7) tanggung jawab
lingkungan
(8) tanggung jawab sosial
(9) penegakan Good
Corporate Governance (GCG).
Arus globalisasi telah
memicu dinamika lingkungan usaha ke arah semakin liberal, sehingga mendorong
setiap entitas bisnis melakukan perubahan pola usaha melalui penerapan
nilai-nilai yang ada dalam prinsip GCG, yakni: fairness, transparan,
akuntabilitas dan responsibilitas, termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan,
baik fisik maupun sosial. Berdasarkan pertimbangan nilai dan prinsip GCG, maka
dalam rangka meningkatkan citra dan reputasi dan sebagai upaya untuk menunjang
kesinambungan investasi, setiap enterprise memerlukan tiga hal:
1. Adil (fair) kepada
seluruh stakeholders (tidak hanya kepada shareholders).
2. Proaktif (juga), berperan sebagai agent of change dalam pemberdayaan
masyarakat di daerah operasi.
3. Efisien, berhati-hati dalam pengeluaran biaya yang sia-sia terutama untuk
penyelesaian masalah yang timbul dengan stakeholders fokus di sekitar daerah
operasi.
Corporate Social
Responsibility (CSR) telah diuraikan terdahulu bahwa sebagai suatu entitas
bisnis dalam era pasar bebas yang sangat liberal dan hyper competitive,
perusahaan-perusahaan secara komprehensif dan terpadu melakukan best practices
dalam menjalankan usahanya dengan memperhatikan nilai-nilai bisnis GCG,
termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan, baik fisik (berkaitan dengan
sampah, limbah, polusi dan kelestarian alam) maupun sosial kemasyarakatan.
Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan diejawantahkan dalam kebijakan
Kesehatan Keselamatan Kerja & Lindungan Lingkungan (K3LL) dan program Tanggung
Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
Berdasarkan sifatnya,
pelaksanaan program CSR dapat dibagi dua, yaitu :
1. Program Pengembangan Masyarakat (Community Development/CD); dan
2. Program Pengembangan Hubungan/Relasi dengan publik (Relations
Development/RD).
Sasaran dari Program CSR
(CD & RD) adalah: (1) Pemberdayaan SDM lokal (pelajar, pemuda dan mahasiswa
termasuk di dalamnya); (2) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat sekitar daerah
operasi; (3) Pembangunan fasilitas sosial/umum, (4) Pengembangan kesehatan
masyarakat, (5) Sosbud, dan lain-lain.
Seminar
“Corporate-Stakeholder Partnership: Toward Productive Relations” yang diadakan
Lead Indonesia bekerjasama dengan Labsosio FISIP UI di Jakarta, 14 Juni 2005
(dalam http://www.lead.or.id, 2005), menyimpulkan beberapa hal berkaitan dengan
pembentukan citra perusahaan yaitu: perlunya kemitraan, siapa saja
stakeholders, tiga skenario kemitraan, prasyarat kemitraan yang sukses, dan
peran pemerintah dan masyarakat. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa
lingkungan bisnis dan sosial yang berubah menuntut perubahan paradigma dan
tindakan. Dalam hal ini melihat semakin mendesaknya pengembangan kemitraan yang
otentik dan produktif antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat untuk
mencapai pembangunan yang adil serta berkelanjutan secara sosial dan
lingkungan.
Contoh CSR pada
perusahaan Pertamina :
1. Pertamina
Dan Pendidikan
Sebagai komitmen perusahaan untuk turut meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan dan untuk peningkatan akses
komunitas terhadap pendidikan di tanah air, CSR Pertamina bidang Pendidikan
melaksanakan sejumlah program antara lain meliputi:
Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi
(OSN-PTI) 2011
Merupakan
program yang memiliki potensi dan kontribusi dalam peningkatan kualitas
pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini untuk mendorong mahasiswa yang
mendalami bidang matematikan, fisika, kimia dan biologi agar lebih serius dan
kompeten dibidangnya. OSN-PTI 2011 yang diprakarsai oleh Pertamina ini
merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap pendidikan di
Indonesia melalui program corporate social responsibility (CSR). Untuk lebih
jelasnya silahkan anda klik link www.osnpertamina.com
Pertamina Scholarship (Beasiswa)
Diberikan
kepada 1.450 Siswa di Jabodetabek, 300 mahasiswa diploma di Padang, Palembang,
dan Solo, Beasiswa S-2 untuk 25 PNS Non-Dosen, dan 25 pegawai DESDM, Beasiswa
10 Siswa terbaik untuk menempuh pendidikan tinggi di ITB, S2 Luar Negeri, dan
Beasiswa untuk 100 Siswa Madrasah.
Pertamina Youth Program - PYP (Edukasi
Stakeholder muda)
Program edukasi dan pengenalan bisnis migas sekaligus motivasi generasi muda
untuk peningkatan awareness yang baik terhadap energy, cinta produk dan asset
bangsa, serta bisnis akrab lingkungan yang berkelanjutan. PYP 2009 dilaksanakan
di Cilacap, Balikpapan dan Manado.
Pertamina Goes To Campus - PGTC (Edukasi
kalangan akademis)
Program
edukasi dan pendekatan perusahaan terhadap lingkungan civitas akademika di
Indonesia dalam rangka meningkatkan hubungan sinergis dan untuk mendukung
penciptaan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing, sebagai bibit
tenaga professional migas di tanah air. Pada tahun 2009 PGTC dilaksanakan di
Universitas Riau dan Universitas Lampung.
Pertamina Competition
Program
kompetisi ilmiah sebagai wahana untuk mengasah dan mengaktualisasikan
peningkatan mutu mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan dan penelitian. Program
ini dilaksanakan melalui Olimpiade Sains Nasional - perguruan Tinggi Indoensia
(OSN-PTI), yang berlangsung di 33 Propinsi seluruh tanah air. OSN-PTI Pertamina
ditujukan untuk melahirkan generasi cerdas dan berdaya saing, baik di dalam
negeri, maupun skala internasional.
Pertamina Peduli Pendidikan
CSR Pertamina juga melakukan program pemberdayaan dan sinergis untuk kemajuan
pendidikan masyakat melalui renovasi 14 SD di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa
Timur (Madura), Pembangunan Gedung Serbaguna Universitas Sam Ratulangi,
Peningkatan Kompetensi dan Profesionalitas Guru di NTT, Program Rumah Pena,
Renovasi Sekolah Indonesia - Jepang, dan Pembangunan Green House IPB, serta
kontribusi peningkatan akses pendidikan di unit-unit operasi Pertamina.
2. Pertamina
And Society
CSR Pertamina juga fokus dalam pemberdayaan masyarakat melalui
peningkatan infrastruktur dan Program Pertamina Peduli Bencana Alam. Dalam
pembangunan infrastruktur dilakukan perbaikan terhadap sarana umum seperti jalan,
jembatan, MCK dan sarana air bersih.
Pada
tahun 2009 bidang infrastruktur melaksanakan program antara lain:
·
Renovasi Taman Pintar Jogjakarta
·
Revitalisasi Taman Pejambon Jakarta
·
Peningkatan infrastruktur di Bau-bau
·
Peningktan infrastruktur di wilayah sekitar unit operasi
Pertamina di Indonesia.
·
Perbaikan saran air bersih di Sampang, Makasar, Sibayak,
Balikpapan, Semarang, dan Karang Rejo
Sedangkan sebagai kepedulian terhadap masyarakat yang terkena musibah bencana
alam, CSR Pertamina melakukan sejumlah program disaster. Mulai dari kegiatan
pra bencana seperti pelatihan dan workshop, kegiatan tanggap darurat, sampai
dengan kegiatan pasca bencana yang meliputi: pemulihan/rehabilitasi (recovery).
Pertamina Perduli telah melakukan aksi penanggulangan keadaan tanggap darurat
dengan memberikan bantuan bagi para korban serta pertolongan medis pada
sejumlah musibah bencana nasional di tanah air tahun 2009, antara lain:
·
Pertamina Peduli Gempa Padang dan Kerinci
·
Pertamina Peduli Gempa Jabar
·
Pertamina Peduli Gempa Bima (Mataram)
·
Pertamina Peduli Situ Gintung
·
Pertamina Peduli Longsor Sumbar
·
Pertamina Peduli Banjir Cepu
·
Pertamina Peduli Banjir Lamongan
·
Pertamina Peduli Banjir Palopo (Sulsel)
·
Pertamina Peduli Bencana Manokwari
·
Pertamina Peduli Korban KM Teratai Prima
3.
Pertamina Dan Kesehatan
PT.
Pertamina (Persero) secara konstan selalu menggarisbawahi pentingnya isu
kesehatan anak dalam setiap program-program CSRnya. Komitmen ini diwujudkan
dalam bentuk Program Operasi Anak Penderita Cacat Wajah. Untuk mengimplementasikannya,
Pertamina bekerjasama dengan yayasan sosial yang khusus bergerak menangani anak
penderita cacat wajah dan kasus bibir sumbing.
Pertamina percaya bahwa dukungan
layak diberikan kepada anak-anak ini sehingga mereka bisa hidup normal dan mampu
menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya.
Pada tahun 2010, 38 anak penderita
bibir sumbing telah sukses dioperasi di salah satu Rumah sakit swasta di
Jakarta. Para penerima manfaat program ini adalah anak-anak yang berasal dari
daerah DKI Jakarta Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, dan Maluku.
Pertamina Sehati
PT Pertamina (Persero) melalui
kegiatan Pertamina Sehati sejak tahun 2004 telah mewujudkan kepeduliannya
terhadap isu kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan anak dan ibu. Kegiatan Pertamina
Sehati merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengatasi masalah sosial
global seperti yang ditargetkan dalam Millenium Development Goals (MDGs).
Pada tahun 2009 program Pertamina Sehati menjangkau 29 area di seluruh
Indonesia dengan cakupan sekitar 15,000 penerima manfaat. Sedangkan pada tahun
2010, Pertamina Sehati telah berhasil melaksanakan lebih dari 3,800 kegiatan
yang tersebar di seluruh Indonesia yang berupa pelatihan kader-kader, program
pengendalian berat badan, pelatihan ibu hamil, serta pengenalan mengenai asupan
makanan sehat dan bernutrisi. Lewat kegiatan tersebut, Pertamina Sehati
berhasil mencapai jumlah penerima manfaat sebesar lebih dari 63,000 orang.
Bright With Pertamina
Pertamina berkeinginan kuat dalam
menginvestasikan sumber dayanya untuk generasi muda Indonesia. Keinginan kuat
ini dimanifestasikan dalam berbagai bentuk. Salah satu contohnya adalah dengan
digulirkannya Program Bright With Pertamina.
Program Bright With Pertamina bertujuan untuk memperbaiki kualitas penglihatan
para generasi muda melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan mata dan melalui
pemberian kacamata baca. Pertamina percaya bahwa pemakaian kacamata baca bisa
membantu para siswa yang membutuhkan dalam memenuhi haknya untuk mendapatkan
pendidikan.
Pada tahun 2009, Program Bright with Pertamina telah membagikan 11,000 kacamata
baca kepada pelajar yang membutuhkan. Distribusi kacamata mencakup wilayah
Medan, Palembang, Plaju, Prabumulih, Bekasi, Indramayu, Cilacap, Surabaya,
Malang, Makasar dan Tomohon.
Bright with pertamina untuk tahun 2011 jumlah penerimanya adalah 20.000 siswa.
Jumlah 20.000 ini didapat setelah tim Pertamina memeriksa lebih dari 144.651
siswa dari 501 sekolah di 33 kota Indonesia.
Clino Gigi Sehat
Berdasarkan survey*, anak-anak
Indonesia masih belum memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup mengenai
kesehatan gigi dan mulut. Mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali juga
belum menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Pertamina yang menaruh perhatian pada permasalahan ini mendedikasikan sebuah
program CSR yang bernama Clino Gigi Sehat yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan siswa sekolah pada kesehatan gigi.
Clino Gigi Sehat merupakan program kombinasi pemeriksaan dan perawatan gigi
serta telinga. Tujuannya adalah untuk mendeteksi masalah di gigi-mulut dan
telinga sehingga dokter bisa segera menanganinya dengan tepat. Deteksi dini ini
perlu dilakukan sehingga bisa mengurangi faktor pengganggu proses belajar siswa
di sekolah.
Pada tahun 2009, Clino gigi dilaksanakan di 24 SD di Plumpang, Cikampek dan
Bekasi. Program ini menjangkau pemeriksaan gigi untuk 6,000 anak. Sedangkan di
tahun 2010 program telah berhasil dilakukan di 60 sekolah di Pulau Jawa dengan
penerima manfaat sebanyak 25,746 siswa sekolah dan 534 guru. Kemudian di tahun
2011 program ini menjangkau 10691 siswa di penjuru Indonesia.
Melalui program Clino Gigi Sehat, Pertamina berhasil menjadi pelopor program
kesehatan gigi dimana kegiatan tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya oleh
perusahaan lain.
Inkubator
Indonesia adalah salah satu negara
dengan tingkat kematian bayi cukup tinggi di Asia Tenggara sebesar 30 perseribu
kelahiran (Sumber : 2010 World Population data sheed United Nations). Sementara
itu disisi lain pemerintah sedang mencanangkan program Gerakan Indonesia Sehat
pada tahun 2010; program ini meliputi kesehatan ibu dan anak. Untuk menunjang
program tersebut selain meningkatkan pelayanan terhadap kesehatan ibu dan anak,
hal yang tak kalah penting yang juga perlu ditingkatkan adalah fasilitas
kesehatan yang memadai di puskesmas dan RSUD termasuk inkubator bayi.
Inkubator bayi merupakan salah satu fasilitas rumah sakit dan puskesmas yang
sangat penting. Alat ini berfungsi menjaga suhu bayi yang lahir premature
ataupun bayi dengan kebutuhan khusus supaya tetap stabil. Diharapkan bahwa
incubator-inkubator ini mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa bayi yang baru
lahir.
Program Operasi Jantung Anak
Sejak tahun 2010 PT. Pertamina
(Persero) turut serta dalam mengurangi jumlah anak dengan kelainan jantung
bawaan yang tak tertolong. Melalui program Operasi Jantung Anak Indonesia
penderita mendapat akses operasi jantung gratis. Bantuan PT. Pertamina
(Persero) telah berhasil menyelamatkan nyawa 65 anak penderita kelainan jantung
hingga hari ini.
Penerima manfaat program ini adalah anak – anak dari keluarga tidak mampu yang
tinggal di sekitar wilayah operasional PT. Pertamina (Persero) mencakup daerah
Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur serta Lampung dan Daerah Istimewa
Aceh.
Ambulan Persembahan Pertamina
Sejalan dengan ikhtiar Pertamina
untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas dan pelayanan kesehatan,
sejumlah ambulance didistribusikan ke daerah terpencil. Ambulance yang
berfungsi sebagai puskesmas keliling ini diharapkan mampu menjangkau kebutuhan
kesehatan masyarakat.
Ambulance ini juga dijadikan perpustakaan kesehatan agar dapat menambah
pengetahuan masyarakat mengenai penyakit dan pencegahan serta
penanggulangannya, mengetahui cara hidup bersih dan sehat, dan juga pengetahuan
tentang gizi bagi ibu hamil dan balita untuk mendukung program Pertamina
Sehati.
Pada tahun 2009 bantuan ambulance diserahkan bagi masyarakat sekitar Cilacap -
Jawa Tengah. Pada tahun 2010, PT. Pertamina (Persero) menyumbangkan 4 unit
ambulance untuk masyarakat. Satu diantara ambulance tersebut berbentuk kapal
atau yang lebih dikenal dengan istilah ambulance terapung.
Sedangkan pada tahun 2011, tujuh unit ambulance diserahkan ke unit PT.
Pertamina (Persero) di Dumai, Sorong, Jambi, Lirik Riau, Muara Enim, Lahendong
dan Bangkalan
4.
Pertamina Dan Lingkungan
Program CSR
Pertamina di bidang Lingkungan ditujukan sebagai komitmen manajemen dalam
rangka tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan hidup dan pelestarian
alam. Program CSR Bidang Lingkungan tahun 2009 mencakup sejumlah program antara
lain:
Green Planet
Program penanaman pohon dan konservasi mangrove yang dilaksanakan melalui aksi
langsung penanaman, pembagian bibit pohon kepada warga dalam sejumlah kegiatan masyarakat
dan kampanye lingkungan. Pada tahun 2009 telah didistribusikan sekitar 100.000
pohon, di Jakarta dan di wilayah-wilayah operasi Pertamina di
Indonesia.Pertamina menanam pohon-pohon tersebut di berbagai area, termasuk
lahan kritis dan perkotaan. Jenis tanaman bervariasi, dari pohon produktif
seperti mangga, rambutan, belimbing, juga mangroove dan pohon pelindung seperti
akasia dan jati.
Costal Clean Up
Kegiatan CSR Lingkungan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan
sejumlah aksi, antara lain bersih-bersih pantai, distribusi tempat sampah,
edukasi pelestarian lingkungan dan penanaman pohon. Tahun 2009, Program Costal
Clean Up dilaksanakan di Balikpapan, Balongan dan Cilacap.
Green and Clean
Dalam mendukung kebersihan dan paru-paru kota, tahun 2009 ini Pertamina juga
melaksanakan rehabilitasi taman kota di Bandung dan pembagian 21 unit sepeda
motor sampah di Kota Medan.
Green Festival
Langkah Pertamina untuk Selamatkan Bumi juga dilaksanakan melalui Green
Festival 2009, suatu kegiatan tahunan yang mengangkat isu pemanasan global
(global warming). Program ini bertujuan mengedukasi dan mengajak masyarakat
untuk melakukan aksi menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global. Dalam
Green Festival 2009, terdapat lima green area, yaitu area listrik, sampah,
kendaraan, air dan pohon. Di green area, pengunjung diperlihatkan apa saja yang
bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global. Mulai
dengan menghemat dan mengelola air sebagai sumber kehidupan, mengelola sampah dengan
5R (reused, reduce, recycle, rethink, replace), mengerti makna pohon dan
fungsinya bagi kehidupan manusia, sampai bagaimana cara meminimalisasi polusi
dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. Pada Green Festival 2009
juga diadakan green competition, yaitu, lomba yang mengasah pengetahuan seputar
pemanasan global dan lingkungan secara umum yang diikuti oleh ratusan sekolah
di Jakarta.
Biopori
Pada tahun 2009 Pertamina juga memberikan 12.300 unit Bor Biopori, di Jakarta,
Jawa Tengah, DIY, dan Tangerang. Bor Biopori merupakan suatu alat untuk membuat
lubang biopori, yang berguna untuk membantu percepatan resapan air dan
penginvestasian air di dalam tanah. Dengan membuat lubang biopori di
masing-masing rumah, cadangan air tanah akan bertambah karena luas resapan air
diperbanyak. Lubang biopori juga berguna untuk penimbunan sampah organik
sehingga membantu proses penyuburan tanah.
Uji Emisi Gas Buang
Perhatian terhadap kualitas udara yang lebih baik merupakan salah satu fokus
Pertamina terhadap lingkungan. Untuk terus menginternalisasikan wawasan dan
sikap pro lingkungan bagi stakeholders internal Pertamina, khususnya di
lingkungan Kantor Pusat Pertamina, dan secara kongkrit menunjukkan sikap peduli
lingkungan sekaligus patuh pada peraturan-peraturan lingkungan, Pertamina
melaksanakan uji emisi gas buang kepada kendaraan yang berada di lingkungan
kantor pusat Pertamina.
Uji emisi gas buang ini mengacu Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2
Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan Peraturan Gubernur DKI
Jakarta Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi Kendaraan Bermotor, dan Peraturan
Gubernur DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi Kendaraan
Bermotor. Uji Emisi selama 3 hari menjangkau sedikitnya 700 kendaraan Perusahaan
dan Pekerja Pertamina berbahan bakar bensin dan solar yang sehari-hari
beroperasi di lingkungan Kantor Pusat Pertamina.
Pertamina Green Act
Pertamina Green Act merupakan sebuah kompetisi seni dan kreativitas bagi siswa
SMA dan guru dengan gaya hidup hijau sebagai tema utama. Program ini bertujuan
untuk menjadikan sekolah-sekolah terbaik untuk menjadi pelopor gerakan peduli
lingkungan.
Tujuan umum dari program ini adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan
kegiatan ramah lingkungan dan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah
lingkungan yang ada dalam masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam
program Green Act diantaranya adalah sosialisasi program, pelatihan, dan
kompetisi 3R (reduce, reuse, recycle).
Kerajinan Eceng Gondok
Kerajinan Eceng Gondok ini merupakan salah satu bentuk kepedulian CSR Pertamina
bidang Lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi polutan air melalui budi daya
tanaman eceng gondok. Program ini dilakukan di dekat daerah operasional
Pertamina di Plaju, Palembang Sumatra.
Fokus utamanya berupa pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal
berupa sumber daya tanaman eceng gondok. Diharapkan agar tanaman eceng gondok
yang sering dianggap sebagai gulma dapat diolah menjadi barang kerajinan yang
bermanfaat. Melalui pelatihan yang diberikan diharapkan
Rehabilitasi Hutan Mangrove
Pertamina berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan
terutama kawasan hutan mangrove di sekitar wilayah operasinya.
Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa penanaman tanaman mangrove tetapi
juga pemberdayaan masyarakat lokal mengenai manfaat tanaman mangrove dalam
kehidupan. Sebagai contoh adalah dengan pemberdayaan masyarakat lokal mengenai
budidaya kepiting di kawasan hutan mangrove yang kemudian dapat meningkatkan
kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pada tahun 2010, program ini menunjukkan perkembangan yang signifikan terutama
pada tingkat hidup pohon mangrove dan kisah sukses peternakan kepiting di
wilayah Cilacap. Pertamina berhasil menanam 147.000 pohon mangrove selama
periode 2010-2011.